kudhana file's

Membeli Rumah dengan cara Indent

Posted by Kudhana pada Juli 6, 2009

Bagi keluarga muda memperoleh rumah merupakan suatu kebanggan dan kebahagian tersendiri, disamping sudah tidak merepotkan orang tua, jika masih serumah dengan orang tua juga suatu prestasi tersendiri yang menandakan kita sudah mampu memenuhi kebutuhan keluarga yang paling mendasar. Kebanyakan orang akan lebih memilih rumah dengan kondisi siap huni atau ready stock pada saat memutuskan akan membeli rumah, tetapi lebih dari itu kenyataan berkata lain dimana kebanyakan keluarga muda harus membeli rumah dengan keadaan indent. Hal ini bisanya disebabkan karena keterbatasan biaya yang tersedia untuk membeli rumah tersebut, sehingga mau tidak mau mereka mengabil pilihan indent untuk pembelian rumah. Pembelian rumah secara indent ini ternyata tidak lepas dari berbagai permasalahan, dimulai dari batas waktu pengerjaan rumah dan serah terima oleh pengembang kepada konsumen, sampai kualitas bangunan rumah yang kemungkikan besar asal – asalan dan tidak sesuai dengan standar yang kita inginkan. Semua hal tersebut pada akhirnya akan menjadi tanggungan pihak konsumen yang ujung – ujungnya memberatkan, dimana konsumen harus kembali merenovasi dan memperbaiki bangunan rumah yang telah di bangun agar sesuai dengan keinginan kita. Selain itu, waktu pengerjaan yang molor dari pihak pengembang kadang membuat konsumen juga tidak betah untuk berlama – lama menunggu selesainya pembangunan rumah yang di pesan. Alhasil, konsumen terpaksa melakukan serah terima rumah lebih dini dari seharusnya dan meneruskan sendiri pembangunan rumah yang di pesan tersebut.

Semua hal tersebut memang tidak terlepas dari pengembang yang menangani dari pembangunan rumah yang kita pesan, banyak pengembang perumahan yang menganggap konsume hanya sebagai obyek saja, sehingga apapun yang mereka kerjakan hanya berorientasi pada profit belaka, tanpa mengindahkan hak – hak konsumen. Pengembang seperti inilah yang perlu dihindari oleh para calon pembeli perumahan, tetapi tidak sedikit pula pengembang yang benar – benar mengutamakan kepentingan konsumen sehingga ketidak puasan konsumen dianggap sebagai kekurangan mereka, Kembali kejelian konsumen untuk dapat membedakan antara pengembang yang abal – abal dengan pengembang yang serius dan benar – benar mengutamakan mutu.

Ada beberapa hal yang perlu di cermati  jika kita ingin melakukan pembelian rumah secara indent, Supaya kita dapat meminimalkan  permasalahan dengan pembangunan rumah yang kita pesan di kemudian hari

  1. Pastikan pengembang memilki reputasi yang baik sehingga paling tidak merupakan jaminan bahwa rumah yang akan di bangun memenuhi standar yang sesuai dengan yang kita harapkan
  2. Pastikan di dalam perjanjian jual beli terdapat klausul yang menjamin hak – hak konsumen jikalau terjadi keterlambatan penyerahan rumah karena kesalahan pengembang
  3. Pastikan memperoleh rencana pembangun atas rumah dari pihak developer, semisal meminta site plan, gambar rancang bangun dari rumah yang akan di bangun untuk menghindari kesalahan pembangunan yang tidaks sesuai dengan gambar pertama
  4. Selama pembangunan rumah yang di pesan, rajin – rajinlah memantau perkembangan pembangunan rumah dengan cara menyempatkan seminggu sekali atau paling tidak sebulan sekali datang ke lokasi rumah
  5. Kompalin langsung ke pengembang atau penanggung jawab proyek atas segala sesuatu  jika ada keanehan yang berhubungan dengan bahan, material, rancangan, dan bangunan yang tidak sesuai dengan gambar dan rencana pembangunan yang telah ada
  6. Dokumentasikan segala keanehan yang  kelihatan di dalam pembangunan rumah, sangat berguna untuk mengajukan komplain ke pihak pengambang
  7. Bandingkan pembangunan rumah dengan rumah – rumah lain di dalam satu komplek, apakah memiliki kualitas yang sama atau  ada perbedaan yang mencolok
  8. Himpunlah rekan – rekan di dalam satu komplek  untuk dapat saling bertukar wawasan dan informasi sehubungan dengan kualitas dari bangunan yang di pesan.

semoga bermnafaat ……………….

3 Tanggapan to “Membeli Rumah dengan cara Indent”

  1. Johanes said

    Kebetulan saya sekarang dalam proses pembelian rumah secara indent, namun hingga sekarang (dari oktober 2010)…sulit sekali untuk mendapatkan gambar rancang bangun, spesifikasi teksnis seperti pada point no 3, mulai memintanya dari pihak marketing, akhirnya ke project manager nya..tetep ga bisa juga, mungkin ada masukkan yang lain om?

    Jika kita membeli dengan cash dan indent, hak apa saja yang kita dapatkan sebagai konsumen?

    terimakasih

  2. Kudhana said

    Mas Johanes

    mas sebenarnya point 3, itu merupakan hak konsumen karena konsumen berhak untuk mengetahui apa saja yang akan dibelinya sehingga tidak kecewa kemudian hari, apalagi mengenai spesifikasi bahan yang akan di pakai untuk membangun rumah pesanannya, jika pihak developer tidak memberikan, bearti mas Johanes sudah bisa menerka kualitas developer tersebut dan patut di pertanyakan keseriusan dari developer dalam memberikan service terbaik untuk konsumen

    menurut saya pribadi, lebih baik mas Johanes membeli dengan sistem kredit dari bank apalagi jika rumah yang akan di beli dengan sistem indent, terlebih lagi jika kita tidak yakin dengan pengembangnya
    karena dengan melibatkan pihak bank, maka jika terjadi suatu permasalahan, misalnya serah terima rumah tidak sesuai janji, maka pihak bank bisa ikut membantu menekan pihak developer untuk segera serah terima.

    dan menurut pengalaman saya, pengembang yang menjual rumah dengan cara indent akan lebih mengutamakan konsumen dengan status KPR dibanding yang cash keras, karena uang dari bank tidak akan cair jika developer tidak mematuhi termin yang ada, berbeda dengan yang cash keras, setelah uang konsumen masuk ke developer, developer bisa menggunakan uang terssebut dan memberikan seribu alasan untuk menunda klaim kita atas rumah yang sudah kita beli

    semoga bermanfaat

    suwun

  3. irvan K said

    Pak Kudhana,
    boleh minta informasinya hal-hal yang harus dikejar, pada saat serah terima nantinya di GDC? saya nantinya akan di cluster puri insani 2. rencana serah terima sekitar pertengahan juni 2011. untuk perubahan surat-surat tanahnya kira-kira apa saja pak? kalau ndak salah kemarin pas sebelum akad kredit, dibilangin sama orang legalnya, bahwa setahun setelah akad kredit surat tanah berubah dari HGB menjadi …(saya lupa). bisa minta informasinya urutan untuk perubahan surat tanah/bangunan.

    terima kasih banyak pak.

    salam,

    Irvan K

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: