kudhana file's

Sawanen …………

Posted by Kudhana pada Juni 22, 2009

satu minggu yang lalu, tepatnya setelah “Neptu” -nya (jawa: hari kelahiran) Krishna yang kedua, selama tiga malam berturut – turut Khrisna menjadi tidak bisa tidur dan selalu rewel. Kebetulan saat hari neptu Krishna, utinya lupa membuat bubur abang (merah) sesuai tradisi orang jawa, untuk tujuan keselamatan dan kesehatan sang anak. Alhasil selama tiga hari itu juga saya dan istri setiap malam tidak bisa tidur karena harus menjaga krishna yang tidak bisa tidur. Yang bikin aneh, setiap mahgrib tiba krishna selalu menangis dan rewel, begitupun saat tengah malam,  selama tiga hari tersebut setiap pukul 12.00 wib, krishna selalu terbangun dan baru mau tidur kembali setelah subuh. Yang lebih aneh lagi adalah Krishna sama sekali tidak mau jika di gendong atau di tidurkan oleh utinya, tidak tahu kenapa kok tiba – tiba krishna sama sekali tidak mau diemban sama utinya. Kami berpikiran bahwa kerewelan krishna di sebabkan karena badan yang capek, akhirnya kami putuskan untuk membawa krishna ke tukang urut / pijat yang khusus memijat bayi, kebetulan ada salah satu kawan yang merekomendasikan untuk mencoba mengurutkan krishna ke  tukang pijit yang  juga sering mengurut putranya yang masih balita , minggu pagi saya, istri, krishna dan uti pergi ke rumah kawan saya di daerah kalisari cijantung untuk mengurutkan si krishna. Segera setelah kami sampai, teman saya berbaik hati menjemput budhe (sebutan untuk tukang pijit tersebut) untuk datang ke rumah teman, memang saat itu krishna di urut di rumah teman.

Setelah basa – basi sebentar dengan budhe, acara urut mengurut segera di lakukan. Dengan telanjang bulat, krishna di urut oleh sang budhe, pertama tama yang di pegang adalah dada si krishna, budhe mengatakan kepada kami kalau kerewelan si krisna di sebabkan karena kaget, kemudian budhe bertanya,” apakah ada dari kakek ato neneknya yang sudah meninggal ?”, kami pun menjawab kalau kedua kakek krishna (ayah dan ayah mertua saya) telah meninggal dunia. Budhe mengatakana kalau krishna di “jenguk” oleh kakeknya yang mungkin karena krishna belum kenal ama kakeknya yang telah meninggal jauh sebelum krishna lahir, menyebabkan krishna kaget dan kena sawan, hehehehehe sempat terpikir juga, kok bisa ? ya itulah kepercayaan orang jawa, bahwa baik orang yang sudah meninggal pun masih bisa melawat keluarga yang di tinggalkan, dan membuktikan (baca: meyakinkan, karena belum ada bukti) kalau memang ada dunia lain selain dunia manusia hihihihi sereeeeem……………, sawan atao sawanen disini sering terjadi pada anak kecil terutama yang masih bayi, dimana bayi di anggap masih berdarah murni / bersih sehingga “bisa” melihat hal – hal “halus” seperti itu. Yang lebih mengagetkan lagi adalah keterangan lanjutan dari si budhe yang , mengatakan bahwa selain di jenguk oleh kakeknya, krishna juga kena sawan disebabkan oleh “penunggu” yang ada di rumah saya,  yang mungkin agak tidak senang dengan kami yang menempati rumah tersebut,budhe pun mengatakan bahwa istri saya juga kena dampaknya, karena budhe itu bisa langsung tahu kalau krishna hanya suka minum dari salah satu ASI mamanya saja. Memang beberapa minggu terkahir ini mamanya krishna sering mengeluh kalau pundak kanannya sering pegal dan sakit, sudah di coba di pijit, kerok, dsb tapi masih tetap belum sembuh – sembuh juga,  dimana menurut budhe hal itu disebabkan karena pundak istri di”tepuk” oleh sang penunggu tersebut, hiiiiiiii …………. asli tambah ribet nih urusannya.

Akhirnya dengan perasaan percaya tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar kami minta hari itu juga budhe datang kerumah yang kami tempati,  selain untuk membersihkan rumah, juga diminta untuk sekalian memijat istri saya, benar adanya sampai di rumah budhe mulai memijat istri saya, setelah selesai budhe kemudian mulai membersihkan rumah. Setelah melakukan ritual sedikit, budhe mulai ber”komunikasi” dengan penunggu yang ada di rumah saya. Menurut budhe yang menunggui rumah saya adalah mahluk yang tidak jahat dan sebenarnya mau membantu menjaga kami jika kami memenuhi syarat – syarat dan ritual tertentu yang di mintanya. Saya menolak kalau kami dibebani dengan hal – hal demikian, kalau hanya sekali mungkin saya tidak keberatan, tapi kalau berulang saya tidak mau,  akhirnya budhe menyarankan supaya di adakanlah selamatan kecil pada hari berikutnya untuk mendoakan penunggu tersebut dengan menyiapkan nasi tumpeng, ingkung ayam hitam, dan “ubo rampe” yang di inginkan oleh sang penunggu, saya dan istri mengiyakan saja asal hanya sekali itu saja, kemudian kami minta tolong untuk segala sesuatunya di siapkan oleh budhe saja, karena selain tidak ada waktu, kami juga tidak tahu harus cari kemana.  Malam hari berikunya Setelah semua bahan yang di perlukan siap budhe mulai berdoa untuk keselamatan dan kesehatan kami semua dan mulai kembali, kira – kira seperempat jam prosesi telah selesai dan kami di persilahkan untuk memakan tumpeng dan isinya. Selesailah sudah acara selamatan kecil hari itu dengan harapan krishna dapat tidur nyenyak kembali, karena kualitas tidur krishna berbanding lurus dengan kualitas tidur kami hehehehehehe………. semakin nyenyak krishna tidur, semakin nyenyak pula tidur kami.

Percaya tidak percaya, semenjak krishna dipijit budhe, setiap mahgrib tidak ada lagi acara nangis dan rewel dari krishna, selian itu sekarang krishna juga sudah nempel lagi dengan utinya. Dan yang lebih menherankan lagi pundak istri saya sembuh pasca di pijit oleh sang budhe, mamanya krishna juga sempet heran juga karena selama ini dia paling anti dengan namanya pijat – dipijat, karena memang istri saya paling sensitif dan kesakitan jika di pijat, apalagi bagian kaki yang dirasakan sakit sejak dari jaman dulu sebelum menikah, sekarang sudah mulai mendingan. Ya akhirnya kami hanya mengamini saja kalau kejadian ini adalah salah satu pesan kepada kami bahwa di sekitar kita masih banyak “hal – hal”  lain diluar kemampuan akal kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: