kudhana file's

Jalan Berliku Mendapatkan Rumah Idaman

Posted by Kudhana pada Juni 9, 2009

jabat tanganMemang bukan isapan jempol belaka kalau orang tua kita selalu memberikan nasehat jika rumah itu adalah pulung (red:Jawa) yang berarti keberuntungan, dengan arti yang lebih mendalam dari kiasan tersebut adalah dalam mendapatkan sebuah rumah memang membutuhkan banyak perjuangan dan pengorbanan yang harus di berikan baik tenaga, waktu, dan pemikiran, tetapi sekeras apapun perjuangan kita kalau memang belum rejeki kita maka belum akan di dapatkan. Judul di atas diambil dari sebuah artikel yang diangkat oleh Tabloid Rumah edisi.160-VII, 01 Mei – 14 Mei 2009 hal. 34 – 35, dimana ”kebetulan” artikel tersebut mengangkat permasalahan yang dialami oleh sebagian konsumen Grand Depok City dengan pihak pengembang. Mengutip bagian terakhir dari artikel tersebut yang mengatakan ”Masalah seperti diatas, rata – rata jamak terjadi dan menimpa konsumen atau calon konsumen perumahan. Konsumen umumnya tidak atau belum berpengalaman menghadapi problem – problem yang akan mereka hadapi karena bagi mereka (akan) memiliki rumah adalah pengalaman yang baru. Yang ada dalam bayangan mereka adalah indahnya dan nyamannya memiliki dan menghuni rumah baru. Kasus semacam ini umumnya terjadi pada permahan – perumahan menengah dan kecil yang memiliki area kerja relatif luas. Umumnya para developer tidak mengerjakan sendiri bangunan –bangunan untuk konsumen mereka tetapi menyerahkannya kepada pihak ketiga, dalam hal ini kontraktor. Di lapangan, pemilik rumah seringkali harus berurusan langsung dengan kontrkator ini meskipun sesungguhnya secara prosedur mereka dapat mengajukannya kepada pihak developer, karena sebenarnya konsumen tidak memiliki ”ikatan kerja” atau hubungan kerja denga kontraktor secara langsung. Dalam banyak hal, seringkali konsumen berada pada pihak yang lemah, karena klausul perjanjian dibuat tidak melalui suatu proses kompromi dan negoisasi, melainkan berjalan dalam satu arah. Konsumen tinggal bersedia atau tidak. Kalau bersedia, proses selanjutnya berjalan dan kalau tidak mau, tiada pilihan lain bagi konsumen kecuali mencari perumahan yang lain. Begitulah, memiliki rumah idamana seringkali harus di tempuh melalui jalan berliku.”

Masih didalam artikel yang sama, Tabloid Rumah memberikan juga beberapa tips yang dapat dipergunakan oleh konsumen yang sedang menghadapi permasalahan yang sama. yaitu

1. Pelajari kembali dokumen – dokumen perjanjian dengan pihak developer
2. Lakukan dokumentasi progres pekerjaan dan juga kekurangan – kekurangan sehingga anda dengan mudah dapat menunjukkan mana yang kurang, mana yang tidak sesuai spesifikasi
3. Awasi progres pembangunan minimal 2 minggu sekali sehingga anda dapat memantau material yang digunakan dan kualitas bangunan yang dibuat
4. Mintalah pernyataan tertulis untuk setiap janji yang di berikan oleh pihak developer atau kontraktor. Bila mereka enggan, buatlah sendiri draftnya sehingga mereka tinggal menandatangani.
5. Buatlah daftar tertulis bagian – bagian rumah yang menurut anda tidak sesuai dengan spesifikasi atau kualitasnya tidak seperti yang dijanjikan. Sampaikan daftar ini kepada pihak developer supaya segera ditindak lanjuti
6. Galang konsumen lain yang mengalami masalah serupa sebanyak – banyaknya dan bicarakan bersama – sama pemecahannya sehingga posisi anda menjadi lebih kuat
7. Bicarakan urusan dengan pihak – pihak yang terkait denga masalah anda secara baik – baik di lapangan dan jangan terpancing emosi, karena sikap emosi justru akan membuat urusan anda menjadi terasa lebih sulit untuk di selesaikan.

Plus satu tambahan tips lagi

8. Terlebih dahulu lakukanlah riset kecil untuk menggali informasi sebanyak – banyaknya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan perumahan dan a pengembang yang akan membangun rumah incaran anda sebelum memutuskan memberikan tanda jadi ke pihak pengembang, baik lewat artikel di internet, mailing list, surat kabar, orang sekitar perumahan untuk memastikan pengembang dan perumahan yang di maksud tidak memiliki reputasi yang tidak menyenangkan sebelumnya. Terbukti dengan melalui riset kecil ini dapat membantu meminimalisasi permasalahan yang timbul di kemudian hari, sehingga cenderung menghindarkan kita membeli kucing dalam karung

Diharapkan tips – tips diatas dapat membantu kita mengantisipasi segala permasalahan yang timbul antara pihak developer dengan konsumen, dan diharapkan dengan bekal pengetahuan dan ”pengalaman” disekitar kita maka bukan ”Jalan Berliku” lagi yang akan kita dapatkan dalam usaha mendapatkan rumah idaman kita

semoga bermanfaat.

2 Tanggapan to “Jalan Berliku Mendapatkan Rumah Idaman”

  1. Mas Kopdang said

    blog iki sing gawe sopo to?
    apik tenan..🙂

  2. Hedwig™ said

    Selamat menempuh jalan berliku, khususnya bagi penghuni KKDR yang akhirnya bermutasi menjadi GDC🙂
    Yang penting sabar dan rajin untuk mencari tahu status terakhir…

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: