kudhana file's

GDC: Serah terima Rumah yang tertunda …………….

Posted by Kudhana pada Mei 8, 2009

Serah terima rumah ……………………………

Adalah suatu moment yang sangat diidamkan dan dinantikan bagi sebagian orang yang telah membeli sebuah rumah baik secara kredit maupun cash.  Begitu pula dengan saya, kebetulan saya sudah (baca: hampir) memiliki sebuah  rumah yang saya dan keluarga kecil saya idam – idamkan. Tepatnya bulan November 2007, satu minggu setelah menikah, saya dan istri berencana mencari rumah sendiri untuk kami  tempati,  tentu saja rumah yang kami cari  adalah rumah yang sesuai dengan “budget” yang kami miliki saat itu. Mulailah kami mencari dan mendatangai banyak lokasi perumahan dan mulai bertanya – tanya ke developer – developer untuk mendapatkan rumah yang kami idamkan. Akhirnya kami menemukan perumahan Grand Depok City, kebetulan pada saat itu kami GDC menawarkan paket DP 0% untuk pembelian atau tanda jadi di bulan tersebut.

Mulailah kami melakukan research mengenai perumahan ini karena kami tidak ingin membeli kucing dalam karung. Setelah kami mendapat penguatan berupa masukan dari rekan yang kebetulan berprofesi di bidang yang berhubungan dengan perumahan yang menyatakan  bahwa developer dan group yang menangani GDC memiliki reputasi yang baik dan tidak bermasalah, akhirnya setelah berunding lagi dengan istri dan disertai dengan perhitungan sana – sini yang “njlimet”, maka kami putuskan untuk memesan satu rumah di Grand Depok City tepatnya di Cluster Jasmine E2/12 . Sebelum meyerahkan uang tanda jadi kami sempat bertanya ke marketing developer untuk memastikan kapan rumah tersebut bisa kami tempati, pihak marketing GDC menyatakan bahwa pembangunan akan selesai paling lambat 12 bulan setelah uang tanda jadi. Tanpa pikir – pikir lagi kami secara resmi memesan rumah tersebut dengan menyerahkan uang tanda jadi ke pihak developer.

Setelah melengkapi surat – surat persayaratan untuk KPR dan “lolos”wawancara dengan pihak Bank BTN, akhirnya saya dan istri di undang untuk akad kredit rumah yang saya pesan. Tanggal 21 Februari 2008 adalah hari yang bersejarah bagi kami, karena pada hari itu kami di percaya oleh bank untuk menerima pinjaman utang dalam rangka pembelian rumah yang kami idamkan. Untuk menghadiri acara itu kami menyempatkan diri untuk ijin dari tempat bekerja kami. Acara akad kredit berjalan lancar, dan kami pun puas karena menurut  kami segala urusan dengan bank telah selesai. Kami pulang dengan angan – angan bahwa sebentar lagi kami akan memiliki dan menempati rumah kami sendiri paling tidak 12 bulan kedepan akan dapat menempati rumah sendiri.

Setelah akad kredit tersebut kami semakin rajin untuk melihat cluster dimana pembangunan rumah yang kami pesan akan berlangung, hal pertama yang membikin kami terkejut adalah dimana posisi rumah di  cluster yang kami pesan ternyata berdekatan dengan makam umum warga, sehingga sempat bikin nyesel juga ambil rumah di cluster tersebut, tetapi akhirnya kami menerima keadaan tersebut. Sebulan dua bulan dan sampai  hampir genap 7 bulan dari akad kredit ternyata rumah kami belum juga di bangun bahkan pondasinya pun belum juga. Mulailah kami merasa was – was akan pembangunan rumah yang kami pesan tersebut, kenapa sampai selama ini belum ada proses sama sekali. Akhirnya dipenuhi dengan pertanyaan dan pikiran yang tidak – tidak kami mengkonfirmasi hal tersebut ke pihak marketing developer, jawaban yang kami peroleh cukup membuat shock juga, karena rumah yang saya pesan belum dapat di bangun karena di atas tanah yang saya pesan masih berdiri mushola milik warga. Dari sini rasa was – was saya semakin bertambah dan saya menjadi berpikir lebih dalam apakah tanah rumah yang saya pesan masih belum dibebaskaan?  Kemudian setelah pembicaraan yang cukup menguras emosi dengan pihak developer, Developer memberikan opsi untuk pindah ke rumah lain yang masih di dalam satu cluster Jasmine tersebut. Setelah saya pikir dengan banyak pertimbangan di kemudian hari dan setelah berbicara dengan istri, akhirnya kami menyetujui opsi tersebut dengan pemikiran yang penting bisa secepatnya serah terima dan di tempati. Resmilah kami memindah pemesanan rumah kami di Cluster Jasmine E2/12A.

bersambung GDC: Serah terima Rumah yang tertunda …………….(2)

Satu Tanggapan to “GDC: Serah terima Rumah yang tertunda …………….”

  1. […] GDC: serah terima rumah yang tertunda ……………………(2) 2009 Mei 9 tags: Grand Depok City by Kudhana Sambungan GDC: Serah terima Rumah yang tertunda ……………. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: