kudhana file's

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘pendakian’

Kompor Lapangan Trangia

Posted by Kudhana pada Juli 17, 2009

Bagi seorang pendaki selain peralatan yang mudah di pergunakan, peralatan yang ringan, ringkas dan mudah di bawa adalah salah satu kriteria utama yang mereka syaratkan untuk semua perlengkapan yang akan menyertai perjalanan mereka. Begitu pula dengan perlengkapan kompor lapangan, bagi sebagian pendaki kompor lapangan yang ringan, aman dan mudah di gunakan merupakan pilihan yang paling di cari. Dari semua kompor lapangan yang ada, kompor lapangan dengan bahan bakar alkohol atau spirituslah yang paling memenuhi kriteria yang dimaksud.  Kompor lapangan jenis  ini  sangat banyak variannya dari yang paling sederhana buatan sendiri sampai kompor lapangan versi pabrikan. Cara pembuatannya pun sangat mudah, selain sederhana sudah banyak site – site yang memberikan petunjuk mengenai langkah – langkah pembuatan kompor lapangan jenis ini. Bagi saya pribadi saya memang  menyukai dan selalu menggunakan kompor lapangan dengan bahan bakar spiritus atau alkohol jika ingin melakukan pendakian atau  perjalanan lainnya. Salah satu kompor lapangan favorit saya adalah kompor alkohol hasil pabrikan dengan nama Trangia.

Trangia adalah perusahan dari Swedia yang merupakan produsen kompor lapangan berbahan bakar alkohol ataupun spiritus. Sebenarnya banyak sekali pilihan model yang di tawarkan oleh trangia untuk satu set peralatan masak beserta kompornya, tetapi dari semua model yang di tawarkan memiliki kesamaan  yaitu kompor lapangan yang menyertai dari setiap model yang ada.

Kompor Trangia

Kompor Trangia

secara umum kompor trangia memilki tiga bagian utama yaitu kompor utama, penutup kompor, dan pengatur nyala api. Menurut karakteristik yang ada di dalamnya, kompor trangia ini adalah kompor lapangan dengan jenis Open Jet Alcohol yag bekerja dengan cara menguapkan bahan bakar yang ada di dalamnya dan menembakkan tekanan uap bahan bakar tersebu ke luar pada saat ia terbakar yang pada akhirnya menghasilkan panas yang cukup tinggi. Kompor jenis open jet alcohol ini cukup sulit jika dibuat sendiri, karena perlu penanganan khusus supaya dapat dipastikan kompor yang dibuat tahan dengan tekanan yang di hasilkan pada saat diperoleh tekanan akibat penguapan bahan bakar. Tetapi kompor jenis open jet alcohol ini cukup bagus jika di bandingkan dengan kompor jenis lain yang sama – sama menggunakan bahan bakar alkohol. selain itu kompor jenis ini sangat mudah di pergunakan tinggal tuang bahan bakar di dalam kompor kemudian nyalakan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam gunung | Bertanda: | 7 Komentar »

Kompor Lapangan

Posted by Kudhana pada Juli 14, 2009

Bagi seorang pendaki, memasak di ruangan terbuka jamak di lakukan pada setiap perjalanan dan pendakian yang dijalani. Tidak bisa dipungkiri kegiatan memasak di udara terbuka akan membutuhkan peralatan khusus memasak berupa kompor yang ringkas, ringan, mudah dipergunakan serta aman bagi pengguna, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa kompor lapangan adalah salah satu barang yang wajib di bawa di setiap kesempatan mendaki.  Sebenarnya banyak sekali pilihan kompor lapangan dengan bermacam – macam bahan bakar yang dapat di gunakan, namun pemilihan kompor lapangan sekali lagi tergantung dari kebutuhan pemakai di lapangan, meskipun tidak dapat di pungkiri bahwa masing – masing kompor lapangan memilki kelebihan dan kelemahan sendiri – sendiri.  Dibawah ini adalah beberapa contoh kompor lapangan yang sering di pergunakan didalam pendakian lengkap dengan beberapa kelemahan dan kelebihan dari masing – masing jenis kompor lapangan tersebut, sehingga dapat membantu kita untuk memilih kompor lapangan mana yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan kita

Kompor lapangan Minyak Tanah

Kompor Minyak Tanah

1. Kompor lapangan dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah adalah kompor yang biasa di pergunakan sebagai kompor lapangan untuk keperluan berkemah. kompor lapangan dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah ini pada umumnya masih dapat bekerja dengan baik di tempat yang tinggi dan di dalam temperature rendah.Biasanya kompor lapangan jenis ini cenderung tahan lama dan berat. Keunggulan dari bahan bakar minyak tanah ini adalah bahan ini memiliki tingkat panas yang tinggi sehingga memudahkan dan mempercepat dalam memasak, selain itu minyak tanah cenderung mudah di didapatkan dan murah. Kelemahan dari bahan bakar minyak tanah ini adalah berbau, kotor dan cenderung berbahaya.

Keuntungan dari kompor jenis ini adalah kita dapat mempergunakan kompor jenis ini jika kita melakukan pendakian di gunung es dengan suhu yang ekstrim karena kompor jenis ini satu – satunya kompor lapangan yang dapat di pergunakan di medan dengan suhu yang ektrim misalkan di Alaska, Antartika, Himalaya, musin dingin di Eropa Utara, selain itu jika kita tidak ingin kesulitan dalam mencari bahan bakar serta suka memasak makanan panas

kelemahan kompor ini sebagai teman perjalanan adalah  kebutuhannya akan perawatan berkala bahkan pada saat di lapangan, kompor ini masih tetap membutuhkan perawatan yang signifikan. bahan bakarnya  berbau, palagai jika minyak tanah yang dipakai tumpah ke peralatan yang lain serta mudah meledak. Jika kita mengutamakan berat beban yang akan di bawa maka kompor lapangan ini bukan merupakan pilihan tepat,dan  tidak suka bunyi berisik yang di hasilkan oleh kompor lapangan. Hasil pembakaran bahan bakarnya menghasilkan asap yang menyebabkan mata pedih Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam gunung | Bertanda: | 2 Komentar »

Managemen Pendakian

Posted by Kudhana pada Juni 22, 2009

Seperti yang kita ketahui pendakian bukanlah suatu aktifitas yang sederhana, sama dengan aktifitas lainnya, pendakianpun membutuhkan persiapan dan managemen yang tepat, agar pendakian yang akan di laksanakan akan dapat berjalan dengan lancar. Baik sadar maupun tidak hampir semua pendaki pasti melakukan managemen pendakian ini sebelum melakukan perjalanan. Bagi yang pernah mendaki atau melakukan perjalanan, dari rumahpun pasti sudah memilki rencana, kemana akan mendaki, dengan cara apa bisa sampai ke lokasi, seberapa banyak logistik yang akan di bawa, dengan siapa akan melakukan pendakian dan sebagainya. Di dalam pendakian gunung dikenal dengan isitilah managemen pendakian,  secara garis besar managemen pendakian menganut prinsip 4W + 1H yaitu

  • Where / dimana, artinya dimana kita akan melakukan pendakian tersebut. Dengan menentukan atau mengetahui daerah yang akan kita lalui atau yang akan kita daki maka paling tidak kita sudah dapat mengenal medan yang akan didaki dengan cara mencari informasi sebanyak – banyaknya sehingga kita dapat memprediksikan kebutuhan yang kita perlukan selama perjalanan atau pendakian tersebut baik peralatan dan logistik yang di perlukan. misalkan, kita akan mendaki gunung merbabu dimana pendakian gunung merbabu dapat di jalani dalam waktu satu hari satu malam pasti akan membutuhkan perlengkapan logistik dan peralatan yang berbeda jika kita ingin mendaki gunung semeru misalnya, yang membutuhkan waktu lebih dari satu hari satu malam
  • Who / siapa, kita harus tahu dengan siapa kita akan melakukan perjalanan atau pendakian serta harus tahu berapa banyak rekan perjalanan kita tersebut, dengan demikian kita akan dapat mengukur kekuatan kita dan rekan perjalanan kita, sehingga kitajuga mampu memprediksi berapa lama perjalanan yang akan di tempuh dan persiapan apa saja yang harus di persiapkan, misalkan apakah rekan seperjalanan kita mudah lelah, jika benar, maka kita akan cenderung siap dengan tipe perjalanan santai, yang tidka bisa memaksakan, begitu juga jika kita mambawa rombongan dalam pendakian masal, maka pola pendakian akan sangat berbeda di bandingkan jika kita melakukan pendakian dalam tim kecil 3 -4 orang saja
  • Why / mengapa, alasan apa yang kita ambil dalam perjalanan itu, karena pendakian santai akan berbeda dengan pendakian yang dilakukan dalam rangka diksar ataupun SAR. dengan mengetahui alasan pendakian kita juga mampu membuat sebuah rencana pendakian yang tepat dan dapat mempersiapkan peralatan yang sesuai dengn tujuan yang di maksud
  • When / kapan, kita juga harus mengetahui kapan kita akan melakukan perjalanan atau pendakian tersebut. misalakan kita akan melakukan pendakian pada saat musim hujan, pasti berbeda dalam mempersiapkan kebutuhan yang akan kita bawa di banding jika kita akan mendaki pada saat musim kemarau, paling tidak dengan mengetahui kondisi (waktu) kita akan melakukan perjalanan, akan menambah kemampuan kita untuk memprediksi hal – hal yang mungkin kita temui di lapangan
  • How / bagaimana, yang terakhir adalah bagaimana kita akan melakukan perjalanan atau pendakian tersebut, dengan mengetahui lokasi yang akan kita lalui / daki, dengan siapa kita akan melakukan perjalanan, mengapa kita melakukan perjalanan tersebut, dan kapan kita akan melakukan perjalanan itu, maka kita akan bisa membuat rencana perjalanan secara seksama berupa petunujuk pelaksanaan yang pada akhirnya dapat di pergunakan untuk acuan supaya perjalanan atau pendakian berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita.

jadi sebenarnya managemen pendakian ini mencakup segala hal yang berhubungan dengan pendakian. Dengan mempergunakan managemen pendakian yang baik dan benar, maka sebuah perjalanan atau pendakian akan menjadi lebih nyaman dan teratur, sehingga mengeliminasi kemungkinan terjadinya hal – hal yang tidak di inginkan. Dengan memiliki managemen pendakian ini,  akan mempermudah orang  untuk memberikan pertolongan kepada kita jika terjadi sesuatu hal terhadap diri kita di dalam perjalanan.

Ditulis dalam gunung | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Perlengkapan Standar mendaki Gunung

Posted by Kudhana pada Juni 17, 2009

hiking 2Mendaki gunung,  bagi orang – orang tertentu mendaki gunung adalah suatu aktifitas yang dianggap tidak penting karena melelahkan dan kadang penuh dengan bahaya, tapi bagi  sebagian orang lainnya, aktifitas mendaki gunung adalah salah satu akttifitas yang menyenangkan dan penuh dengan tantangan. memang di sadari Mendaki gunung sebenarnya bukanlah suatu kegiatan ataupun aktifitas yang mudah. Diperlukan banyak persiapan dan perlengkapan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan kita selama beraktifitas. Ada  yang harus di perhatikan dan dipersiapkan oleh para pendaki gunung sebelum melakukan pendakian, sesingkat apapun aktifitas pendakian kita di gunung nanti, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sunguh – sungguh, karena kita tidak pernah tahu kekuatan alam yang sesungguhnya. Tinggi atau rendah gunung yang akan kita daki, setiap pendaki baik pemula maupun yang sudah berpengalaman harus menyiapkan dan membawa perlengkapan standar yang di butuhkan. Karena dengan membawa perlengkapan standar, paling tidak pedaki sudah siap menghadapi segala situasi dan kondisi di lapangan. Perlengkapan standar yang harus dipersiapkan sebalum melakukan pendakian adalah

  • Perlengkapan perjalanan
  1. Topi rimba/topi perjalanan
  2. Pakaian berbahan katun / yang mudah menyerap keringat berlengan panjang
  3. Celana lapangan berbahan katun / yang mudah menyerap keringat, tidak ketat dan fleksibel
  4. ikat pinggang
  5. Kaos Kaki yang mudah menyerap keringat
  6. Sepatu / Sandal gunung
  7. Sarung tangan
  8. Senter
  9. Vedples / Tempat air
  10. pisau pinggang ( jika dibutuhkan)
  11. Ponco/ jas hujan
  12. Tas karier
  • Perlengkapan camp / istirahat
  1. Tenda dome/ tenda perorangan
  2. Kantong tidur/sleeping bag
  3. Matras
  4. Baju cadangan kering untuk tidur (celana panjang olah raga, baju / kaos lengan panjang, kaos kaki, kerpus, kaos tangan, sweater/jaket tidur dsb)
  5. Nesting / alat memasak
  6. Jerigen air 5 ltr
  7. kompor lapangan
  8. Bahan bakar memasak (spiritus, gas, parafin dsb)
  9. pematik api /korek api
  10. Bahan makanan (secukupnya)
  11. lilin / alat penerangan lain
  • Perlengkapan pendukung lainnya
  1. Bohlam & baterai cadangan untuk senter
  2. kompas, dan peta lokasi (jka ada)
  3. obat – obatan pribadi
  4. Peluit
  5. Webbing / Tali pramuka
  6. Alat jahit
  7. Pisau saku / pisau serba guna
  8. pisau tebas (jika di butuhkan)
  9. Alat komunikasi (jika ada)

dengan berbagai alasan sering kali para pendaki meremehkan dan melakukan pendakian tanpa membawa perlengkapan standar. Hal inilah yang pada akhirnya membuat repot para pendaki sendiri. Karena di alam kita tidak akan pernah tahu kapan saatnya alam bersahabat dengan kita dan kapan saatnya alam mulai menampakan kekuatannya, cara yang paling bijaksana adalah selalu siap setiap saat.

Selamat mendaki ……………………….

Ditulis dalam gunung | Bertanda: | 2 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.