kudhana file's

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Novel’

Ikatan Persaudaraan

Posted by Kudhana pada Juni 10, 2009

band of brothers”Mulai Hari ini sampai ke akhir Dunia. Kita akan selalu di ingat didalamnya…….. kita adalah  ikatan Persaudaraan.” kalimat pembuka lakon Henry V yang di tulis oleh William Shakespeare, pembuka buku tentang sejarah dari D-Day (ekpedisi penyerbuan di pantai Normandia) dalam permulaan perang dunia kedua melawan Jerman dibawah Nazi sampai selesainya perang dunia ke dua. Dua minggu yang lalu sewaktu jalan – jalan di toko buku Gramedia tidak sengaja saya menemukan sebuah buku yang menarik, judul buku itu adalah Band of Brothers karangan Stephen E. Ambrose, buku ini memang bukan buku baru, bisa dibilang buku ini termasuk buku  keluaran lama, karena terbit sekitar tahun 1990-an, tetapi entah kenapa terlihat masih ada daya tarik tersendiri yang di pancarkan untuk menarik saya membelinya dan membacanya. Memang sebelumnya saya sudah melihat Band of Borthers dalam versi film yang di sutradarai oleh sutradara kawakan sSteven Spielberg yang berkerja sama dengan aktor Tom Hanks, film ini merupakan ini salah satu favorit saya, disamping subyektifitas saya yang menganggap setiap film karya Steven Spielberg merupakan film yang bermutu untuk patut (baca: harus) di tonton serta dikoleksi, secara moral cerita pun film ini memang layak  untuk di tonton. Tetapi sayang setelah beberapa waktu mulai membaca versi buku dari Band of Brothers ini, terlihat banyak  bagian – bagian di buku  yang tidak terdapat di versi filmya, tetapi paling tidak secara garis besar alur cerita  dan tokoh – tokoh yang ada adalah sama.

Buku ini adalah salah satu dari ratusan buku yang menceritakan tentang kisah perang dunia kedua antara pasukan sekutu melawan jerman, tetapi dalam buku ini Stephen E Ambrose sang penulis menceritakan tentang perjalanan dan sepak terjang dari kompi E, resimen 506, lintas udara 101 pasukan Amerika  dari pantai Normandia sampai ke sarang elang Hitler. Buku ini juga menceritakan  para prajurit di dalam unit pemberani ini  yang bertepur, kelaparan, kedinginan, dan tewas, sebuah kompi yang layak memperoleh medali purple hearth. Buku ini disusun atas hasil wawancara penulis yang dilakukan berjam – jam dengan prajurit yang masih hidup  dan juga di ambil dari surat surat  serta catatan ketentaraan, dimana sering sekali penulis hanya mengutip catatan – catatan dan kalimat para prajurit itu secara langsung untuk di tempatkan pada bagian – bagian didalam buku ini .

Secara umum buku ini cukup layak untuk di jadikan koleksi karena isinya yang cukup akurat dan bisa di katakan merupakan otobiografi bagi sebagian orang yang pernah terlibat dalam perang dunia ke dua, hanya sekedar info saja bahwa pendaratan pertama di pantai normandia ini telah di peringati ke 65 kalinya

Ditulis dalam Bahtera Buku | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Musashi

Posted by Kudhana pada Februari 17, 2009

musashiSebuah Epic karangan Eiji Yoshikawa yang memang layak di baca, karena bukan saja kisah keahlawanan yang kita temuai di dalam buku Mushasi tersebut, tetapi lebih dari itu kita akan menemukan banyak sekali pelajaran – pelajaran utama hidup yang masih relevan sepanjang masa.
Buku ini bercerita mengeni kisah perjalanan hidup mushasi pada saat masih kecil, remaja dan dewasa dimana selama perjalanan hidupnya di habiskan untuk mengabdi dijalan pedang. Pertarungan demi pertarungan di lalui mushasi untuk membuktikan dan mengasah kemampuan pedangnya. Tujuan hidupnya hanya satu yaitu menjadi pendekar pedang yang benar benar terlepas dari segala ikatan dan membebaskand iri dari segala ikatan.
secara umum buku ini sangat layak untuk di koleksi karena isi dari buku ini padat berisi tentang pelajaran kehidupan, yang masih relevan untuk masa sekarang.
Banyak sekali intrik – intrik yang terjadi, penghianatan serta keculasan dari sifat manusia yang mudah iri hati serta suka takabur akan kemampuan diri. Disamping banyak pula di temuai semangat patriotisme, kesetian dan keteguhan hati dalam menghadapi banyak sekali masalah yang timbul dalam kehidupan ini.
Yang pasti akan banyak sekali pelajaran yang bisa di dapat dari buku ini. Salah satu favorit bahtera buku untuk di baca.

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Sphere (Bola Asing)

Posted by Kudhana pada Agustus 8, 2008

Satu tim peneliti di turunkan ke dasar samudera pasifik untuk meniliti sebuah kecelakan pesawat yang menyebabkannya tenggelam di dasar samudera. Tim yang terdiri dari orang – orang yang memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian berbeda memandang objek kecelakaan tersebut dengann sudut pandang yang berbeda juga. Memang identitas dan kenyataan dari obyek pesawat yang diteliti sempat ditutup – tutupi oleh pihak angkatan laut AS, tetapi pada akhirnya dengan melihat fakta yang ada, mereka menjadi tahu bahwa pesawat yang mereka teliti tersebut adalah sebuah pesawat luar angkasa yang memiliki teknologi yang berasal dari masa depan, tetapi pesawat tersebut sudah tenggelam di dasar samudra pasifik selama kurang lebih 300 tahun yang lalu.

Norman salah satu anggota tim peneliti tersebut yang merupakan seorang psikolog, dimana dia dipercaya untuk meniliti kemugkinan manusia untuk bertemu dengan entitas lain dari luar bumi, secara tidak sengaja ikut terlibat dalam proyek ini. Dimana ia dan anggota tim peneliti lainnya harus masuk kedalam obyek penelitiannya dan menemukan sebuah bola padat yang terbuat dari logam yang tidak diketahui komposisi dan asalnya. Dari sinilah petualangan mereka di mulai. Setelah mereka menemukan bola asing tersebut dan berusaha untuk mengetahu lebih jauh mengenai bola misterius tersebut secara tiba – tiba mereka dikejutkan dengan banyak sekali peristiwa – peristiwa aneh yang muncul secara mendadak di lingkungan habitat mereka. Selama penelitian mereke bertempat tinggal di dalam habitat yang berada di dasar samudra pasifik sedalam 300 meter.

Satu persatu anggota tim peniliti ini menemui ajal dengan cara yang sangat mengerikan . Dimulai dari diserang oleh kawanan ubu – ubur, ular laut sampai dengan cumi -cumi raksasa. Selain serangan oleh para mahkluk laut yang ganjil tersebut, tim peneliti juga berhasil berhubungan dengan bola misterius tesebut dengan cara kontak melalui komputer mereka, dimana diketahui bahwa bola tersebut memeliki emosi yang tidak stabil. Sehingga pada awalnya mereka menarik kesimpulan bahwa semua kejadian aneh ini disebabkan oleh bola misterius tersebut. Setelah mengalami banyak hal yang mengerikan didalam habitat mereka akhirnya hanya tersisa 3 peneliti yang dapat berhasil bertahan hidup, Norman yang merupakan ahli psikologi akhirnya menemukan jawaban dimana aspek emosi dan ketakutan yang dihasilkan oleh para peneliti sendirilah yang menyebabakan kecelakaan tersebut. Dimana semua orang yang telah berhubungan dengan bola misterius tersebut mempunyai kekuatan untuk dapat merealisasikan segala imajinasi mereka, termasuk ketakutan – ketakutan mereka yang paling dalam. Dan secara tidak langsung novel ini juga menggali serta mengisahkan tentang kekuatan dari otak manusia, dimana masih bayak sekali bagian – bagian dari otak manusia yang masih terselimuti misteri dan kekuatannya yang belum bisa dimanfaatkans oleh manusia.

Novel karangan Michael Crichton ini cukup bagus untuk dinikmati, seperti kebanyakan novel – novelnya yang lain yang merupakan novel science fiction, di novel ini pun kaya sekali dengan fakta – fakta mengenai ilmu pengetahuan baru, akan sangat menarik bagi para pembaca yang menyukai akan konsep – konsep ilmu pengetahuan baru dan teori – teori akan science fiction. Tetapi di dalam nvel ini terdapat beberapa beberpa hal yang menimbulkan banyak pertanyaan, semisal dari mana sebenarnya pesawat yang membawa  bola asing tersebut dimana tidak diceritakan secara mendalam mengenai pesawat membawa bola asing tersebut.

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mahabharata

Posted by Kudhana pada Juli 28, 2008

mahaMahabharata adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.

Selain berisi cerita kepahlawanan (wiracarita), Mahabharata juga mengandung nilai-nilai Hindu, mitologi dan berbagai petunjuk lainnya. Oleh sebab itu kisah Mahabharata ini dianggap suci, teristimewa oleh pemeluk agama Hindu. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa Sansekerta ini kemudian disalin dalam berbagai bahasa, terutama mengikuti perkembangan peradaban Hindu pada masa lampau di Asia, termasuk di Asia Tenggara.

Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Kurawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.

Pandawa dan Kurawa merupakan dua kelompok dengan sifat yang berbeda namun berasal dari leluhur yang sama, yakni Kuru dan Bharata. Kurawa (khususnya Duryudana) bersifat licik dan selalu iri hati dengan kelebihan Pandawa, sedangkan Pandawa bersifat tenang dan selalu bersabar ketika ditindas oleh sepupu mereka. Ayah para Kurawa, yaitu Destarata, sangat menyayangi putera-puteranya. Hal itu membuat ia sering dihasut oleh iparnya yaitu Sengkuni, beserta putera kesayangannya yaitu Duryudana, agar mau mengizinkannya melakukan rencana jahat menyingkirkan para Pandawa.

Agar tidak terjadi pertempuran sengit, Kerajaan Kuru dibagi dua untuk dibagi kepada Pandawa dan Kurawa. Kurawa memerintah Kerajaan Kuru induk (pusat) dengan ibukota Hastinapura, sementara Pandawa memerintah Kerajaan Kurujanggala dengan ibukota Indraprastha. Baik Hastinapura maupun Indraprastha memiliki istana megah

Tetapi keserakahan dan kedengkian Duryudana serta kurawa akan keberhasilan pandawa membuat mereka ingin menguasai indraprastha, dengan kelicikan sengkuni juga, maka dapat terselenggaralah pertandingan judi antara pandawa melawan kurawa yang di wakili oleh sengkuni. Dengan segala tipu daya yang telah dipersiapkan, akhirnya sengkuni memenangkan seluruh kerajan indraprastha seisinya yang menjadi milik pandawa, bahkan drupadi istri pandawa pun tidak luput sebagai taruhan di dalam pertandingan judi tersebut, dan sebagai hukuman pandawa harus mengasingkan diri selama 12 tahun dan melakukan perjalan dengan cara menyamar selama 1 tahun.

Setelah masa pengasingan habis dan sesuai dengan perjanjian yang sah, Pandawa berhak untuk mengambil alih kembali kerajaan yang dipimpin Duryudana. Namun Duryudana bersifat jahat. Ia tidak mau menyerahkan kerajaan kepada Pandawa, walau seluas ujung jarum pun. Hal itu membuat kesabaran Pandawa habis. Misi damai dilakukan oleh Sri Kresna, namun berkali-kali gagal. Akhirnya, pertempuran tidak dapat dielakkan lagi.

Pertempuran berlangsung selama 18 hari penuh. Dalam pertempuran itu, banyak ksatria yang gugur, seperti misalnya Abimanyu, Drona, Karna, Bisma, Gatotkaca, Irawan, Raja Wirata dan puteranya, Bhagadatta, Susharma, Sangkuni, dan masih banyak lagi. Selama 18 hari tersebut dipenuhi oleh pertumpahan darah dan pembantaian yang mengenaskan. Pada akhir hari kedelapan belas, hanya sepuluh ksatria yang bertahan hidup dari pertempuran, mereka adalah: Lima Pandawa, Yuyutsu, Satyaki, Aswatama, Krepa dan Kretawarma.

Setelah perang berakhir, Yudistira dinobatkan sebagai Raja Hastinapura. Setelah memerintah selama beberapa lama, ia menyerahkan tahta kepada cucu Arjuna, yaitu Parikesit. Kemudian, Yudistira bersama Pandawa dan Dropadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir perjalanan mereka. Di sana mereka meninggal dan mencapai surga. Parikesit memerintah Kerajaan Kuru dengan adil dan bijaksana.

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Mahabharata)

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Harry Potter and the Deathly Hallows

Posted by Kudhana pada Juni 18, 2008

HP deadly h

Harry Potter siapa yang tidak kenal dengan dia, seorang penyihir yang berhasil lolos dari kematian yang disebarkan oleh seorang penyihir hitam bergelar pangeran kegelapan Lord Voldemort. Didalam bukunya yang terakhir ini, dikisahkan harry potter berjuang mati – matian bersama kedua sahabatnya Ron dan Hermione. Bertiga mereka berusaha untuk mencari benda – benda yang merupakan bagian hidup dari sang pangeran kegelapan untuk dihancurkan. berbekal petunjuk yang sangat minim dan barang – barang warisan dari mendiang kepala sekolah hogwarts, mereka mulai dapat menemukan titik terang dan dapat menghancurkan satu persatu benda – benda dari pangeran kegelapan.

didalam perjalanan mereka tidak urung menjumpai berbagai kesulitan – kesulitan disamping harus menghindari kejaran dari para pelahap maut – pelahap maut yang merupakan kaki tangan dari sang pangerang kegelapan. petualangan harry potter sampai pada puncaknya ketika dia mengetahui rahasia terpendam mengenai hubungan dirinya dengan sang pangeran kegelapan, dan mengharuskannya menghadapi sendiri sang pangeran kegelapan tanpa bantuan dari siapa pun didalam pertempuran hebat antara pelahap maut pasukan pangeran kegelapan dengan para penyihir yang setia terhadap kebaikan.

secara umum, buku harry potter seri terkahir ini sangat menarik untuk dibaca dan berbeda dengan seri – seri sebelumnya. Disamping merupakan puncak cerita dari epic ini seri terkahir ini didominasi dengan kisah pertempuran antara harry potter dengan para pengawal pangeran kegelapan dan juga didalam seri terkahir ini juga dikisahkan mengenai rasa ketakukan, keberanian, kesetiakawanan serta jiwa ksatria yang muncul dari awal hingga akhir kisah ini. Selain itu bagi pembaca yang mengikuti kisah harry potter di buku – buku seblumnya, akan merasakan kepuasan tersendiri dimana semua kisah dari buku pertama salin menjalin dan terkait satu sama lain, sehingga pembaca pada saat membaca buku seri teakhir ini akan di paksa untuk mengingat kejadian – kejadian yang terjadi di seri – seri sebelumnnya.
pada akhirnya Buku ini akan sangat layak untuk di dibaca dan dikoleksi.

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kisah 47 Ronin

Posted by Kudhana pada Juni 14, 2007

47 roninBermula dari peristiwa dimana lord Asano dari Ako yang terlibat perselisihan dengan pembawa acara shogun Edo lord Kira, dimana pada akhirnya terjadilah kekerasan dengan menggunakan senjata yang mengakibatkan lord Kira terluka. kejadian tersebut menyinggung perasaan shogun Edo yang pada waktu itu memberlakukan suatu aturan yang mengharuskan tidak adanya lagi kekerasan dengan menggunakan pedang yang pada akhirnya berujung pada kematian. Setelah mendapatkan pembawa acaranya terluka oleh karena pedang samurai dari lord Asano, shogun menjatuhkan hukumaan mati kepada Lord Asano melalui upacara seppuku dan seluruh kekayaannya disita oleh shogun. Peristiwa ini membuat berang para samurai pengawal Lord Asano di Ako, yang menganggap hal itu merupakan penghinaan Lord Kira terhadap junjungannya.
Para Pengawal Lord Asano ini dipimpin oleh seoran kepala pengawal senior bernama Oishi yang berniat untuk membalaskan dendam sakit hati tuannya kepada Lord kira. Disamping itu Oishi juga melayangkan surat protes kepad Shogun mengenai hukuman yang diberikannya kepada Lord Asano.
Dari sinilah dimulai cerita yang ada dimana didalam buku ini di ceritakan bagaimana martabat seorang samurai sejati serta sopan santun serta disiplin yang harus dijaga seorang ksatria, harus dikorbankan hanya untuk dapat mengecoh musuh dan mencapai tujuan.

Buku ini juga menggambarkan betapa rumitnya hubungan antar pribadi didalam tradisi Jepang kuno. Setiap orang mempunyai keinginan yang harus disesuiakan dengan keinginan atau tujuan dari golongan, dengan kata lain keinginan seseorang tidak boleh didahulukan sebelum kepentingan kelompok atau junjungannya terpenuhi. Buku ini menarik untuk di baca dan disimak tetapi sayang ending dari buku ini tidak seperti yang dibayangkan oleh pembaca pada awal memulai membaca.
Banyak hal yang dapat diambil dari buku ini, mulai dair kesetiaan, kesetiakawanan, keteguhan hati untuk mencapai tujuan serta pengorbanan tanpa batas bagi kebenaran atas keyakinan yang diyakininya, kesabaran dan perlunya kecermatan serta kecerdikan untuk dapat memecahkan masalah.

suwun
farid

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

The Things They Carried

Posted by Kudhana pada Juni 8, 2007

buku_The_thingsthey_cfrontSuatu Kisah Pengalaman dari Tim O’Brien sang penulis dalam usianya yang baru menginjak kepala dua didalam perang Vietnam yang bukan merupakan pilihannya. Tim dikirim ke medan perang setelah ia menerima surat wajib militer yang mengharuskannya meninggalkan kehidupan dan keluarganya untuk berperang demi sesuatu yang tidak diperjuangkannya.
didalam perang tersebut dia tergabung dalam batalion Alpha Company bersama para pemuda Amerika lainnya yang senasib dengannya dimana mereka di wajibkan menjadi bagian dari perang yang bukan merupakan pilihan mereka. Tim mengisahkan tentang pasukan dimana ia bergabung di bawah pimpinan letnan satu jimmy fros, suka duka yang mereka temui di medan perang dimana satu persatu kawan mereka menemui ajal dengan berbagai cara, dan juga diceritakan juga kekejaman perang yang seharusnya tidak mereka jalani. Dibalik carut marutnya sebuah perang Tim juga mengangkat kisah – kisah kemanusiaan yang menyertai perang tersebut. Dimana perang membuat kepribadian dan pandangan orang berubah, dan dimana perang yang pasti akan mematikan impian, harapan bahkan hidup seseorang.
kisah persahabatan sejati dan kesetiakawanan juga diangkat oleh Tim didalam bukunya ini, dimana dalam kondisi terdesak dimana tidak ditemukan sedikitpun jalan keluar, dapat menimbulkan rasa solidaritas yang tinggi antara sesama kawan.

Tetapi yang paling menonjol di dalam buku ini Tim O’Brien mencoba untuk mengungkapakan bahwa sifat asli seseorang akan muncul pada saat dimana orang tersebut berada dalam posisi paling beresiko, serta bagaimana perang telah merubah kehidupan seseorang yang terpaksa menjadi bagian dari pernag tersebut, dimana banyak sekalai depresi yang terjadi pada para pelaku perang itu sendiri.
Dimana ada kalanya “mental” para korban perang yang tidak terobati secara benar menyebabakan kematian diri mereka sendiri.
alur dari buku ini tidak terlalu cepat, melompat dari satu cerita ke cerita yang lain yang kadang – kadang tidak ada hubungannya antara satu waktu dengan waktu yang lain. Tim dengan gayanya mengajak pembaca untuk mengikuti sebagian kisah perjalanan hidupnya dan mendiskripsikan kekejaman, suka duka yang ia dan rekan – rekannya rasakan selama perang vietnam.
secara garis besar buku ini mengisahkan tentang perang vietnam yang pernah terajdi dan hal – hal apa saja yang membumbui perang tersebut sampai dengan suatu kesimpulan bahwa tidak ada hikmah yang diambil dari sebuah perang selain kepedihan dan kedukaan bagi siapapun yang terlibat di dalamnya

suwun
farid

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Samurai : Jembatan Musim Gugur

Posted by Kudhana pada Mei 31, 2007

Samurai jembatanJembatan Musim Gugur buku kedua Takashi Matsuoka,di dalam bukunya yang kedua ini diuraiakan lebih mendalam tentang perjalanan tokoh – tokoh yang telah dikenal dalam buku pertama, dimana dalam satu bagian buku ini diceritakan mengenai kehidupan Heiko di tanah baru Amerika bersama stark setelah dipisahkan oleh Genji dengan tanah kelahirannya, dan dikisahkan pula makoto stark seorang tokoh baru yang tidak di temui di buku yang pertama, dimana ia adalah ahli waris yang sah dari klan akaoka hasil hubungan Genji dengan Heiko.
Dalam buku ini masih banyak terdapat intrik mengenai percintaan, pengabdian dan pengkhianatan.
suasana yang dibawa oleh sang penulis dalam bukunya yang kedua ini akan sangat dirasakan berbeda sekali dengan buku petamanya.
dimana didalam buku pertama sangat terasa sekali bahwa pembaca dibawa oleh penulis untuk menikmati suasana Jepang pada masa peralihan dari jaman samurai ke jaman pertengahan, sedangkan di buku kedua ini penulis mengajak pembaca untuk menikmati suasana Jepang dengan segala inkulturisasi budaya yang telah ada di Jepang akibat masuknya budaya eropa.
didalam buku ini juga diceritakan penolakan akan budaya – budaya asing yang masuk dan terlihat juga pergolakan masyarakat atas perubahan pandangan dari masyarakat yang terbiasa dengan adat dan budaya yang kuno ke masyarakat dengan pandangan modern.

alur cerita dari buku kedua ini masih sama dengan buku yang pertama dimana penulis menyajikan buku ini dengan alur yang cepat, lincah meloncat – loncat dari satu masa ke masa yang lain, yang memaksa pembaca untuk berkonsentrasi didalam meyelesaikan buku tersebut.
masih sama dengan buku yang pertama dimana setiap bagian dari cerita meskipun sekilas tidak menunjukkan keterakaitan satu sama lain merupakan suatu kesatuan yang membentuk imajinasi pembaca.
yang paling menarik dari buku ini adalah ending dari cerita tersebut, dimana pembaca tidak diberikan fakta yang jelas mengenai akhir dari cerita ini.
setiap pembaca diberi kebebasan untuk mengambil kesimpulan sendiri atas cerita ini.
dengan kata lain buku ini adalah salah satu dari banyak cerita – cerita yang layak untuk dibaca dan dikoleksi.

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Samurai : Kastel Awan Burung Gereja

Posted by Kudhana pada Mei 15, 2007

samurai kastel

Kisah hidup seorang Daimyo muda dari klan Akaoka pada abad kegelapan di Jepang, dimana nyawa seseorang menjadi tidak berharga dihadapan kasta dan golongan. Genji Okumichi memperoleh kemampuan melihat masa depan, sebagai kutukan yang harus diterima turun menurun atas klan Akaoka. dibalut ketatnya tradisi dan peraturan Jepang kuno, Genji mencoba untuk menghadapi peristiwa – peristiwa dari penglihatannya yang dapat merubah pandangan mengenai peradaban dan kebudayaan Jepang yang telah dibangun selama ribuan tahun yang lalu.

Buku ini mengisahkan pula masa transisi dimana keudayaan Jepang kuno yang penuh dengan sopan santun yang menjurus ke basa – basi yang arogan terinfiltrasi oleh kebudayaan barat yang notabene penuh dengan keterus terangan dan keterbukaan, meyebabakan benturan yang pada akhirnya meyebabkan kehancuran dari budaya yang telah beribu tahun menjadi pegangan oleh masyarakat Jepang.

Intrik, pergolakan jiwa, pengkhianatan dan jalinan kasih sayang saling menjalin didalam satu kisah yang dengan lincah melompat dari satu situasi ke situasi yang lain dengan alur cerita yang kuat, dan setiap detail dari cerita ini merupakan fakta yang saling terkait satu sama lain.
kisah ini ingin meyakinkan kita bahwa kebenaran hakiki bukan berada pada keyakinan dan pengetahuan manusia, dan banyak hal yang akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia, dimana manusia akan memetik buah dari tindakannya dahulu, sekarang dan yang akan datang.

Takashi Matsuoke sang penterjemah buku ini telah berhasil membawa pembaca untuk lebih memahami pola berpikir, kedisiplinan serta kesetiaan bangsa Jepang yang diperlihatkannya melalui para samurai di kehidupan kesehariannya. selain itu penterjemah juga mampu membawa pembaca melintasi ruang dan waktu untuk turut merasakan peradaban suatu bangsa yang benar – benar menarik dan menyebabkan pembaca enggan untuk meninggalkan buku ini tanpa menyelesaikan membacanya sampai kalimat terakhir

Ditulis dalam Bahtera Buku, Resensi | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.