”Mulai Hari ini sampai ke akhir Dunia. Kita akan selalu di ingat didalamnya…….. kita adalah ikatan Persaudaraan.” kalimat pembuka lakon Henry V yang di tulis oleh William Shakespeare, pembuka buku tentang sejarah dari D-Day (ekpedisi penyerbuan di pantai Normandia) dalam permulaan perang dunia kedua melawan Jerman dibawah Nazi sampai selesainya perang dunia ke dua. Dua minggu yang lalu sewaktu jalan – jalan di toko buku Gramedia tidak sengaja saya menemukan sebuah buku yang menarik, judul buku itu adalah Band of Brothers karangan Stephen E. Ambrose, buku ini memang bukan buku baru, bisa dibilang buku ini termasuk buku keluaran lama, karena terbit sekitar tahun 1990-an, tetapi entah kenapa terlihat masih ada daya tarik tersendiri yang di pancarkan untuk menarik saya membelinya dan membacanya. Memang sebelumnya saya sudah melihat Band of Borthers dalam versi film yang di sutradarai oleh sutradara kawakan sSteven Spielberg yang berkerja sama dengan aktor Tom Hanks, film ini merupakan ini salah satu favorit saya, disamping subyektifitas saya yang menganggap setiap film karya Steven Spielberg merupakan film yang bermutu untuk patut (baca: harus) di tonton serta dikoleksi, secara moral cerita pun film ini memang layak untuk di tonton. Tetapi sayang setelah beberapa waktu mulai membaca versi buku dari Band of Brothers ini, terlihat banyak bagian – bagian di buku yang tidak terdapat di versi filmya, tetapi paling tidak secara garis besar alur cerita dan tokoh – tokoh yang ada adalah sama.
Buku ini adalah salah satu dari ratusan buku yang menceritakan tentang kisah perang dunia kedua antara pasukan sekutu melawan jerman, tetapi dalam buku ini Stephen E Ambrose sang penulis menceritakan tentang perjalanan dan sepak terjang dari kompi E, resimen 506, lintas udara 101 pasukan Amerika dari pantai Normandia sampai ke sarang elang Hitler. Buku ini juga menceritakan para prajurit di dalam unit pemberani ini yang bertepur, kelaparan, kedinginan, dan tewas, sebuah kompi yang layak memperoleh medali purple hearth. Buku ini disusun atas hasil wawancara penulis yang dilakukan berjam – jam dengan prajurit yang masih hidup dan juga di ambil dari surat surat serta catatan ketentaraan, dimana sering sekali penulis hanya mengutip catatan – catatan dan kalimat para prajurit itu secara langsung untuk di tempatkan pada bagian – bagian didalam buku ini .
Secara umum buku ini cukup layak untuk di jadikan koleksi karena isinya yang cukup akurat dan bisa di katakan merupakan otobiografi bagi sebagian orang yang pernah terlibat dalam perang dunia ke dua, hanya sekedar info saja bahwa pendaratan pertama di pantai normandia ini telah di peringati ke 65 kalinya







Sebuah Epic karangan Eiji Yoshikawa yang memang layak di baca, karena bukan saja kisah keahlawanan yang kita temuai di dalam buku Mushasi tersebut, tetapi lebih dari itu kita akan menemukan banyak sekali pelajaran – pelajaran utama hidup yang masih relevan sepanjang masa.
Mahabharata adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.
Bermula dari peristiwa dimana lord Asano dari Ako yang terlibat perselisihan dengan pembawa acara shogun Edo lord Kira, dimana pada akhirnya terjadilah kekerasan dengan menggunakan senjata yang mengakibatkan lord Kira terluka. kejadian tersebut menyinggung perasaan shogun Edo yang pada waktu itu memberlakukan suatu aturan yang mengharuskan tidak adanya lagi kekerasan dengan menggunakan pedang yang pada akhirnya berujung pada kematian. Setelah mendapatkan pembawa acaranya terluka oleh karena pedang samurai dari lord Asano, shogun menjatuhkan hukumaan mati kepada Lord Asano melalui upacara seppuku dan seluruh kekayaannya disita oleh shogun. Peristiwa ini membuat berang para samurai pengawal Lord Asano di Ako, yang menganggap hal itu merupakan penghinaan Lord Kira terhadap junjungannya.
Suatu Kisah Pengalaman dari Tim O’Brien sang penulis dalam usianya yang baru menginjak kepala dua didalam perang Vietnam yang bukan merupakan pilihannya. Tim dikirim ke medan perang setelah ia menerima surat wajib militer yang mengharuskannya meninggalkan kehidupan dan keluarganya untuk berperang demi sesuatu yang tidak diperjuangkannya.
Jembatan Musim Gugur buku kedua Takashi Matsuoka,di dalam bukunya yang kedua ini diuraiakan lebih mendalam tentang perjalanan tokoh – tokoh yang telah dikenal dalam buku pertama, dimana dalam satu bagian buku ini diceritakan mengenai kehidupan Heiko di tanah baru Amerika bersama stark setelah dipisahkan oleh Genji dengan tanah kelahirannya, dan dikisahkan pula makoto stark seorang tokoh baru yang tidak di temui di buku yang pertama, dimana ia adalah ahli waris yang sah dari klan akaoka hasil hubungan Genji dengan Heiko.